USULKAN 477 SATKER KE TPN, ITJEN KEMENKUMHAM BERIKAN PENGUATAN DALAM MERAIH PREDIKAT WBK/WBBM 2021

Palangka Raya – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI mengikuti kegiatan penguatan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM dalam rangka menghadapi Tim Penilai Nasional oleh jajaran pimpinan Inspektorat Jenderal secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (10/08). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal ini diikuti oleh UPT Kemenkumham di seluruh Indonesia.

 

Dibuka oleh Inspektur Jenderal Kemenkumham, Razilu menyampaikan arahan 7 strategi menghadapi TPN, yaitu: 1. Tingkatkan komiten dan konsistensi, 2. Luruskan kesadaran, 3. Tingkatkan pemahaman, 4. Tambahkan inovasi, 5. Pastikan tidak ada berita negatif yang viral, 6. Lakukan evaluasi dan waspadai mystery shopper, dan 7. Berdo’a. Razilu juga menyampaikan harapannya kepada seluruh satuan kerja untuk semakin bersemangat menuju arah yang lebih baik dalam Pembangunan Zona Integritas. “Semoga semangat kita terus meningkat menuju kearah yang lebih baik”, ujarnya.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan penjabaran dari para Inspektur Wilayah Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM terkait rekapitulasi catatan penilaian ZI oleh Tim Penilai Internal (TPI) pada 6 area perubahan yang perlu diperbaiki oleh masing-masing satuan kerja dalam menghadapi evaluasi TPN.

 

Di  tahun 2021 ini jumlah satker yang diusulkan oleh Tim Penilai Internal Kemenkumham ke Tim Penilai Nasional adalah sebanyak 477 satuan kerja termasuk di dalamnya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya.

 

Dalam kesempatan terpisah setelah acara penguatan, Kepala Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya, Ujang Cahya berpesan kepada seluruh pegawai menjaga komitmen bersama yang sudah dicanangkan untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi dan khusus tim kerja pembangunan zona integritas agar selalu me-monitoring program unggulan yang sudah berjalan serta mengevaluasi progress pembangunan yang ada secara berkala dan berkesinambungan, ujarnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *