Kantor Imigrasi Adakan Rapat TIMPORA Dalam Rangka Pengawasan Orang Asing Dan Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Muara Teweh – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya mengadakan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat kabupaten Barito Utara, Muara Teweh Selasa (24/05) bertempat di Aula hotel JnB, Muara Teweh. Rapat TIMPORA yang diadakan mengambil Tema “Pengawasan Orang Asing di Masa Pandemi Covid-19 dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalimantan Tengah beserta instansi yang berkaitan antara lain Kesbangpol, Polresta, Kodim 1013, Badan Intelijen Daerah, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan KUKM, Dinas kebudayaan pariwisata kepemudaan dan olahraga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Satgas BAIS TNI, Satpol PP, Kementerian Agama, Kejaksaan Negeri di Kabupaten Barito Utara.

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dibuka sambutan oleh Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Muchlis Amri. “Maksud dan tujuan Rapat TIMPORA tingkat kabupaten Barito Utara ini adalah untuk mewujudkan pengawasan keimigrasian yang terkoordinasi dan menyeluruh terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing,” kata Muchlis dalam sambutannya. “Dengan diadakannya TIMPORA tingkat Kabupaten Barito Utara, kami berharap masing-masing anggota dapat melakukan kegiatan pengawasan orang-orang asing sesuai tugas pokok instansi masing-masing dan dapat saling bertukar informasi,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi mengenai Pengawasan Orang Asing di Masa Pandemi Covid-19 dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan yang disampaikan oleh Kepala Sub Seksi Intelejen Keimigrasian, M. Syukran. “Setelah pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 dan bersamaan dengan pembatasan sosial masyarakat mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan asing di Kalimanta Tengah”, kata M.Syukran. “Namun seiring dengan penurunan jumlah kasus Covid-19, minat wisatawan asing kembali meningkat, untuk itu perlu lebih ditingkatkan lagi pengawasan terhadap orang asing di Wilayah Kalimantan Tengah”, jelasnya. “Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Pasal 63 dan Pasal 118) bahwa setiap Orang Asing tertentu yang berada di Wilayah Indonesia wajib memiliki Penjamin yang menjamin keberadaannya di Indonesia.”, tegas M. Syukran. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk menyebarkan informasi Keimigrasian terkait peraturan-peraturan Keimigrasian dan kewajiban yang harus dipahami oleh para penjamin/ sponsor pengguna orang asing sehingga dapat mengurangi jumlah pelanggaran-pelanggaran Keimigrasian yang terjadi.

Kegiatan TIMPORA berjalan tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *