Perwakilan Kanim Palangka Raya Ikuti Kegiatan MPIC Kanwil Kemenkumham Kalteng

Palangka Raya-Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah melakukan penyebarluasan informasi dan meningkatkan pemahaman tentang Kekayaan Intelektual melalui kegiatan Sosialisasi Mobile Intellectual Property Clinic (MPIC) pada Rabu(10/05). Bertempat di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, acara dimulai pada Pukul 08.00 WIB. Peserta yang diundang untuk menghadiri secara langsung kegiatan ini berjumlah 190 orang yang terdiri dari stakeholder terkait 128 orang, UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi 19 orang, akademisi 16 orang, dan UMKM sebanyak 27 orang. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya menjadi salah satu peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut yang diwakili oleh Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Yanuar.

Acara dimulai dengan pembacaan laporan kegiatan oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Arfan Faiz Muhlizi, yang menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic (MPIC), promosi diseminasi merek, dan indikasi geografis adalah dalam rangka memberikan pemahaman dibidang kekayaan intelektual baik cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu, dan indikasi geografis.”Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan kekayaan intelektual khususnya dalam rangka mewujudkan keberhasilan program One Village One Brand yang ada di Kalimantan Tengah sesuai dengan tahun tema 2023 yaitu program Kekayaan Intelektual yang fokus kepada tahun merek”, ucapnya. Direktur merek dan indikasi geografis langsung datang dari Jakarta untuk membuka kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic (MPIC) dan promosi diseminasi merek.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan juga PKS serta pemberian penghargaan kepada mitra-mitra Kantor Wilayah yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kalimantan Tengah. Penandatangan MoU dan PKS diharapkan nantinya akan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Tengah serta kabupaten kota seluruh Kalimantan Tengah sehingga pendaftaran dan perlindungan KI baik kuantitas dan juga kualitas makin meningkat. Disamping itu juga program-program lain yang diemban oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kalimantan Tengah terkait tentang penataan regulasi Hak Asasi Manusia dan program-program peningkatan keadilan yang ada di Kalimantan Tengah.

Narasumber yang hadir pada kegiatan ini akan membahas terkait dengan merek indikasi geografis, hak cipta dan desain industri, dan teknologi Informasi. Sasaran dari kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic (MPIC) dan promosi diseminasi merek adalah untuk menyentuh langsung masyarakat pemilik Hak Kekayaan Intelektual dan stakeholder terkait di Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan pelayanan konsultasi dan pendampingan permohonan pencatatan pendaftaran Kekayaan Intelektual yang dilaksanakan langsung oleh tim expert dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *