Dukung Percepatan Pengawasan Pengarsipan Imigrasi Palangka Raya Ikuti Sosialisasi Aplikasi Srikandi

Palangka Raya-Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah menyelanggarakan Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Srikandi, Alih Media (Digitalisasi) Arsip, dan Tata Naskah Dinas secara Daring yang diikuti seluruh UPT di Kalimantan Tengah termasuk Kantor Imigrasi Palangka Raya pada Selasa (18/07/2023). Para pejabat dan perwakilan pegawai pemangku tusi pada bidang kearsipan mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut di Aula Kantor Imigrasi Palangka Raya. Aplikasi Srikandi (Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) merupakan aplikasi umum bidang kearsipan yang berlaku secara nasional yang digunakan untuk melaksanakan persuratan keluar Kementerian dan Lembaga lainnya), Alih Media (Digitalisasi) Arsip, dan Tata Naskah Dinas.

Narasumber yang mengisi materi sosialisasi aplikasi Srikandi adalah Arsiparis Muda dari Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Dedi Syahputra. Paparan sosialisasi dimulai dengan menyampaikan aplikasi E-Arsip yaitu aplikasi pengelolaan arsip vital dan permanen. “Penggunaan aplikasi E-Arsip juga menjadi salah satu target kinerja Kementerian Hukum dan HAM dan menjadi atensi oleh Menteri Hukum dan HAM”, ucap Dedi. “Apabila target kinerja ini tidak tercapai maka akan berpengaruh pada penilaian Reformasi Birokrasi Kementerian”, jelasnya. Saat ini yang menjadi prioritas target kinerja E-Arsip adalah arsip vital yang terdiri dari surat kendaraan dinas dan sertifikas tanah.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah memili target kinerja sebanyak 143 dan baru terealisasi sebayak 69 atau bisa dibilang belum mencapai 75 % target kinerja. Diharapkan Kanwil Kemenkumham Kalteng dapat mendorong dan bekerja sama dengan satker dibawahnya untuk dapat mengisi E-Arsip untuk target B09, sehingga dapat mendukung percepatan pengawasan pengarsipan. Hasil yang maksimal dalam pengelolaan kearsipan akan berdampak pada penilaian menjadi sangat memuaskan bagian digitalisasi arsip. Kegiatan dilanjutkan dengan tutorial penggunaan aplikasi Srikandi dari pengenalan aplikasi serta bagaimana membuat akun untuk admin pada masing-masing satker. Aplikasi Srikandi diprioritaskan untuk pengiriman surat secara eksternal ke instansi lain, mengingat aplikasi Srikandi telah digunakan oleh sekitar 350 instansi. Penggunaan surat menyurat secara internal masih bisa menggunakan aplikasi Sisumaker.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *